Tampilkan postingan dengan label Karangasem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karangasem. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Oktober 2017

Pura Kawitan Arya Kubon Tubuh dan Dalem Tugu

Setiap umat Hindu di Bali pasti memiliki Pura Kawitannya masing - masing dan kebetulan keluarga kami yang akarnya berasal dari Sidemen, Karangasem (yang kemudian menetap di Melaya, Negara) memiliki Pura Kawitan di Sira Arya Kubon Tubuh, Pasek Gelgel, Klungkung dan Pura Dalem Tugu.


Bulan June 2017 kemarin, kami dan keluarga Nangkil ke Pura Kawitan ini, namun sebelumnya kami mampir dulu ke Lebu, Sidemen, ke Sanggah Gede kami. Biasanya kami dan keluarga selalu Tangkil ke Pura ini setahun sekali, menurut Piodalan di Pura Kawitan ini.


Orang tua berangkat dari Melaya, Negara dan kami sudah siap - siap menunggu di rumah di rantauan, Tabanan. Kira - kira pukul 7.30 pagi kami berangkat ke Lebu, Sidemen, kemudian melanjutkan persembahyangan ke Pura Kawitan Sira Arya Kubon Tubuh dan Dalem Tugu. Panas dan sesaknya semeton bukannlah halangan, meski kami ajak 2 balita.


Suasana sakral dan tradisionalnya kerasa banget. Kekeluargaan dan menyama braya sangat juga terasa disini. Karena biasanya semeton sangat membludak di hari - hari Odalan seperti ini. Kami harus antri, menunggu persembahyangan selesai dan menunggu giliran untuk kami sembahyang bersama.


Setelah persembahyangan selesai, biasanya kami berhenti di pinggir jalan, gelar tikar dan makan bersama bareng keluarga. Saking lapar dan dahaganya, sudah tak peduli lagi apa menunya, pokoknya 'HAP'. Bahagia dan senang sekali bisa berkumpul bareng keluarga seperti ini. Tak sabar menunggu tahun depan untuk kembali Touring bersama keluarga kecil kami.

Semoga artikel ini bisa membantu dan jika ada salah perkataan, titiang nunas ampura pang banget. Salam rahayu buat nyame - nyame se Dharma, maupun saudara - saudara non Hindu.

Kamis, 14 September 2017

Tradisi Megibung di Bali

Tradisi Megibung diperkenalkan oleh Raja Karangasem yaitu I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem sekitar tahun 1614 Caka atau 1692 Masehi.Tradisi ini dibawa oleh I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem saat menang perang dalam menaklukan kerajaan-kerajaan di Sasak, Lombok.Dahulu, saat prajurit sedang makan, Sang Raja membuat aturan makan bersama dalam posisi melingkar yang dinamakan Megibung.Bahkan, Sang Raja ikut makan bersama dengan para prajuritnya.


Megibung merupakan tradisi yang dimiliki oleh warga Karangasem, yang daerah terletak di ujung timur Pulau Dewata, Bali, Indonesia.Megibung berasal dari kata gibung yang diberi awalan me-.Gibung artinya kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang, yakni saling berbagi antara satu orang dengan yang lainnya. Megibung adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang untuk duduk makan bersama dan saling berdiskusi dan berbagi pendapat.



Kebetulan keluarga kakek kami berasal dari Lebu, Sidemen, Karangasem dan beberapa tradisi dibawa ke lingkungan kehidupan sosial kami di Banjar Karangsari. Banjar kami yang terdiri dari kurang lebih 100an Kepala Keluarga, sebagian besar (80%) merupakan pendatang dari Karangasem.



Setiap ada kegiatan di Banjar ataupun Pura, biasanya kita menggelar acara Megibungan untuk prosesi makannya. Selain untuk memperlakukan kesetaraan, hal ini juga sangat memupuk rasa kebersamaan. Tidak ada yang diperlakukan lebih istimewa ataupun sebaliknya.



Dalam tradisi megibung makanan akan diletakan di tengah lingkaran dan setiap lingkaran akan diisi oleh 6 - 10 orang. Ada juga beberapa orang yang bertugas mempersiapkan dan melayani beberapa permintaan dari peserta megibung. Biasanya tugas ini dilakukan bergilir oleh pejabat Banjar atau oleh kerabat keluarga yang punya acara.



Setelah selesai makan, kita tidak diperbolehkan mengakhirinya sepihak, kita harus menunggu yang lain selesai dahulu, baru kemudian kita bisa berdiri (berhenti makan) bersama - sama. Peraturan seperti ini tak pernah tertulis dalam sebuah aturan, namun semua penduduk sangat taat dan menyadari akan aturan ini. Respect dah buat petugas banjar yang siap siaga melayani kami, buat tambahan kuah, garam + cabai atau nambah nasi...