Tampilkan postingan dengan label Sadar Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sadar Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Oktober 2017

Komunitas Darling - Negara - Bali

Komunitas / Generasi Sadar Lingkungan (Darling) terbentuk pada bulan Desember 2014 yang digagas oleh sekumpulan pemuda yang menganggap masalah lingkungan dan sampah adalah hal yang cukup penting untuk kelangsungan hidup ini. Tak banyak hal yang bisa dilakukan untuk masalah ini, selain memulainya dari diri sendiri, memberi contoh dan mengajak sebanyak - banyaknya masyarakat untuk melakukan hal yang sama. Markas Darling terletak di Banjar Pangkung Dedari, Melaya, Negara, dekat dengan GOR Melaya.


Di awal terbentuknya komunitas ini banyak support yang didapat dari masyarakat sekitar. Namun tak sedikit yang menganggap komunitas ini hanya sekumpulan anak muda yang isinya cuma hal - hal negatif. Namun, kami tetap konsisten di jalur yang kami anggap benar dan baik bagi Alam Semesta ini.


Kami terus aktif, bersinergi bersama sekloah dan komunitas pencinta alam lainnya, bahu membahu menyelenggarakan aksi - aksi nyata buat lingkungan kita seperti: pembersihan pantai, pembersihan tempat umum, pemasangan sign - sign tentang lingkungan hidup, penanaman pohon, pelepasan tukik dan lain sebagainya. Kami terus berusaha mengingatkan marsyarakat jikalau masalah lingkungan dan sampah adalah hal yang sangat penting, jika tidak bisa membersihkan tempat lain, minimal bisa memulai dari lingkungan disekitar kita sendiri.


Selain mengadakan kegiatan rutin kami juga melayani masyarakat yang ingin sampahnya di angkut oleh kami, memilah sampah dari masyarakat tersebut dan memanfaatkan semua sampah yang masih bisa terpakai, seperti slogan kami: Reuse, Reduce, Recycle. Tak banyak yang bisa kami harapkan dari terbentuknya komunitas kami ini, bukan penghargaan bukan pula pujian, namun semata - mata ingin masyarakat sadar, penanggulangan sampah akan sangat mudah, jika semua bisa memulai dari diri sendiri. Jika sampah sudah bisa terkendalikan, niscaya alam pasti akan merestui kita semua.


Semoga ada manusia - manusia di luar sana yang memiliki jiwa sama seperti kami disini, kami akan sambut kalian di komunitas ini dengan besar hati. Silahkan ikuti page kami: Darling EARTH CARE Generation dan jika ingin ikut kegiatan kamu juga kami persilahkan.


Minggu, 01 Oktober 2017

Penyerahan Bantuan untuk Pengungsi Gunung Agung

Setelah penggalangan dana untuk pengungsi Gunung Agung selesai dilaksanakan, Sabtu kemarin Komunitas Darling (Sadar Lingkungan) Melaya, Jembrana bersama dengan Komunitas Relawan Jembrana (KRJ) menyerahkan bantuan kepada para pengungsi Gunung Agung yang mengungsi ke daerah Negara.


Setelah sebelumnya melakukan pendataan ada setidaknya 200 pengungsi yang tersebar di daerah Jembrana. Kami dan relawan memfokuskan penyerahan bantuan ke daerah - daerah yang masih belum tersentuh bantuan. Kami memutuskan untuk menyerahkan bantuan kepada pengungsi Gunung Agung yang mengungsi ke darah Penyaringan, Negara.


Sabtu (30/9/2017) kami bersinergi dengan pihak / Perangkat Desa Penyaringan Mendoyo membuat program pemberdayaan pengungsi di wilayah Penyaringan Mendoyo bertempat di balai tempek III Tembles Penyaringan. Kita menyerahkan bantuan berupa sembako (beras, minyak, bumbu dan gerang), alat - alat mandi, diapers dan pembalut untuk wanita kepada 15 KK pengungsi wilayah Penyaringan serta menghibur mereka mengan meyelenggaran acara akustikan bersama teman - teman.

Selain menyerahkan bantuan berupa sembako, kita juga memberikan beberapa pisau untuk mejejaitan, karena sebagian besar waktu mereka diisi dengan mejejaitan. Tak lupa selama kegiatan kita juga memunguti sampah di sekitar Balai Tempek agar terlihat bersih, sekaligus memberi contoh kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan dan menjaga alam tentunya.


Tak hanya berhenti di Balai Tempek ini, kami terus bergerak ke daerah - daerah pelosok untuk memberikan bantuan kepada mereka yang sama sekali belum tersentuh bantuan. Berbekal dengan data dari perangkat desa kami mengunjungi pengungsi yang bertahan di rumah sanak saudaranya di desa ini. Ada setidaknya 4 spot yang kami datangi dengan total kurang lebih 22 KK yang berhasil kami datangi.


Banyak hal positif yang kami dapatkan dari acara - acara seperti ini. Bisa berkumpul dan sharing dengan teman - teman sevisi, mengajari anak - anak untuk selalu menghargai sesama dan tentunya memberi contoh yang baik ke masyarakat, meskipun cara kami masih belum sempurna. Tak banyak kami mendapatkan teguran negatif dari kegiatan yang kami lakukan ini. Dari masalah ijin, masalah pengelolaan dana dan masalah - masalah kecil lainnya dan anehnya itu datang dari Perangkat Desa kami sendiri. Namun semua sudah teratasi karena kami sadar semua yang kami lalukan semata mata untuk kemanusiaan dan kebaikan jadi kami tak bersikap 'sama' seperti apa yang mereka fikirkan ke kita.

Senin, 25 September 2017

Komunitas Darling untuk Pengungsi Gunung Agung

Minggu - minggu terakhir ini, Bali di buat panik dengan status Gunung Agung yang terus meningkat. Hingga per hari ini (Selasa, 26 September 2017) status sudah ditetapkan Awas dari 2 hari yang lalu. Lahar panas sudah di prediksi berada di kedalaman 2 kilometer dibawah permukaan tanah. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan dan kepastian Gunung Agung akan meletus.


Di sisi lain masyarakat yang berada di sekitar Gunung Agung dalam radius 12 kilometer harus di ungsikan. Mereka ada yang mengungsi ke sanak family yang berada di luar Karangasem, ada pula yang mengungsi ditempat - tempat yang sudah di sediakan oleh para donatur.


Bencana ini merupakan bencana Propinsi bahkan penanggulangannya sudah ke tingkat Nasional. Banyak aksi - aksi penggalangan dana dilakukan oleh Organisasi Kepemudaan, Artis Bali, Perusahaan bahkan oleh Tamu - tamu asing di Bali.

Salah satunya dari ujung barat pulau Bali adalah Komunitas Sadar Lingkungan (Darling). Semenjak dibentuk 2 tahun yang lalu, komunitas ini memang sangat aktif bergerak di bidang sosial, kemanusiaan dan terus aktif menjaga alam. Aksi turun kejalan menolak reklamasi, pembersihan pantai di Bali Barat, penanaman 1,000 pohon, pelepasan tukik (anak penyu) dan yang sedang berlangsung saat ini adalah penggalangan dana untuk pengungsi Gunung Agung.


Berbekal gitar dan semangat yang ada, kemarin sore mereka tanpa rasa malu dan lelah mengamen didalam dan di luar pasar Melaya dari jam 04 sore sampai jam 08 malam. Yang muda, yang tua, anak - anak, ibu - ibu dan bapak - bapak bahu membahu mngumpulkan donasi.


Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama seminggu ke depan, dengan lokasi yang berbeda - beda. Nanti sore rencana akan diadakan di Pelabuhan Gilimanuk dan besok mungkin di tempat lain. Donasi yang bisa terkumpul untuk hari pertama kemarin ada sekitar 3,4 juta rupiah.


Sangat diharapkan akan lebih banyak ada manusia - manusia yang berfikiran terbuka seperti ini. Menjaga keseimbangan alam, berbuat baik pada sesama dan tetap membela yang benar dibawah tekanan kekuasaan. Setidaknya jangan berfikir negative tentang apa yang mereka lakukan, karena pa yang mereka lakukan adalah dengan hati dan ketulusan.